Cara Mengatasi Kesedihan akibat Kematian Orang Terdekat

Jakarta – Cara mengatasi kesedihan akibat kematian orang terdekat penting sebagai bekal menghadapi situasi sulit dalam hidup tersebut.

Kematian orang terdekat, seperti orang tua, suami istri, adik kakak, sahabat, pacar, apalagi kepergian untuk selamanya, tidak pernah mudah untuk dihadapi.

Ada yang merasakan dampak kepergian tersebut begitu dalam dan kesedihan tersebut wajar adanya. Tidak ada orang yang mau kehilangan sosok yang disayanginya.

Rasa kehilangan itu akan mengendap dalam diri, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan dan bertahun-tahun lamanya setelah orang terkasih pergi.

Makin besar pengaruh sosok tersebut, makin dalam dan intens pula proses berduka yang dijalani.

Namun, hidup terus berjalan. Kita tidak bisa selamanya bergumul dalam proses berduka. Ada masanya kita harus bisa menerima kenyataan. Untuk itu, ada beberapa cara mengatasi kesedihan, yang bisa dilakukan.

Berikut beberapa cara mengatasi kesedihan akibat kematian orang terdekat, disadur dari Klikdokter, Jumat (27/5/2022).

Cara Mengatasi Kesedihan

1. Hadapi kenyataan

Kehilangan orang terdekat tentu merupakan hal yang sangat berat dan wajar Anda mengalami proses berduka. Jika proses berduka tersebut berlangsung berlarut-larut maka dapat berdampak bagi kesehatan.

Hindari ‘mengobati’ diri sendiri dengan konsumsi alkohol atau narkoba, tidur berlebihan, atau melakukan hal adiktif yang justru dapat membuat Depresi bertambah berat.

Lalu, jangan sering menyendiri karena dapat membuat Anda lebih rentan depresi. Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat, telah melakukan penelitian pada 3,4 juta partisipan terkait hal ini.

Dilaporkan, rasa kesepian dan ingin menarik diri dari lingkungan sosial dapat meningkatkan risiko kematian terjadi lebih cepat hingga 30 persen.

2. Peduli diri sendiri

Saat berduka, kebanyakan orang cenderung tidak peduli pada diri sendiri. Me time mungkin menjadi hal terakhir yang ingin dilakukan. Bahkan, terkadang untuk bisa makan teratur pun sering dilupakan.

Padahal, waktu untuk diri sendiri dapat membuat rasa bahagia dan menurunkan risiko depresi.

Studi oleh University of Buffalo di Amerika Serikat menyebutkan, dengan melakukan me time, seseorang dapat terdistraksi dari pikiran negatif dan ketakutan akan suatu hal.

3. Mencari dukungan

Tidak dimungkiri, kehilangan seseorang dapat membuat diri merasa terpuruk. Di saat seperti inilah adanya dukungan dari orang terdekat, seperti pasangan, keluarga, maupun sahabat sangat penting.

Mereka bisa menjadi tempat bersandar dan berkeluh kesah. Jangan merasa sungkan untuk meminta dukungan dari orang terdekat.

Orang-orang sekitar pasti akan membantu dengan tulus untuk menghibur dan membantu melewati dukacita yang dialami.

4. Bercerita dengan orang lain

Curhat dengan orang lain, seperti sahabat atau kerabat, mengenai apa yang dialami dapat menjadi cara menghilangkan rasa sedih karena kehilangan.

Menyangkal kematian seseorang mungkin seperti cara termudah untuk melupakan. Namun, Anda akan makin frustrasi bila menyimpannya sendiri dan dapat berujung stres bahkan depresi.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal JAMA Internal Medicine, risiko penyakit jantung atau stroke meningkat hingga tiga kali lipat pada tiga bulan pertama setelah kematian orang yang disayangi.

5. Ingat hal-hal baik dari orang tersebut

Saat kehilangan orang terdekat, melihat benda yang sering digunakan semasa hidupnya, tempat yang sering dikunjungi bersama, atau bahkan melihat fotonya saja dapat membuat kembali bersedih.

Dibanding terus murung, cobalah mengingat hal-hal baik dari dirinya semasa hidup atau melakukan sesuatu untuk dirinya. Semisal melakukan donasi untuk dirinya, membuat kolase foto, atau memberikan nama anak yang sama dengan orang tersebut.

6. Hindari pemicu kesedihan

Momen-momen berharga, misalnya hari ulang tahun dan perayaan anniversary, bisa menjadi pemicu munculnya kesedihan dan perasaan yang menyakitkan. Persiapkan diri bahwa rasa yang timbul itu wajar.

Buatlah rencana yang bisa Anda mempersiapkan diri dan hati untuk dapat melewati momen tersebut, sekaligus meminta dukungan dari orang sekitar.

7. Berdoa kepada Tuhan

Selain bersandar pada keluarga, Anda bisa bergantung pada Tuhan dalam mengatasi kesedihan karena kehilangan orang tersayang.

Anda bisa mengambil waktu untuk berdoa secara pribadi maupun melakukan aktivitas keagamaan sesuai kepercayaan.

8. Melakukan kegiatan menyenangkan

Agar tidak berlarut-larut dalam perasaan dukacita dan sedih, Anda bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan, misalnya berjalan-jalan, berkemah, bersepeda, ataupun melakukan hobi.

Dengan melakukan cara mengatasi kesedihan karena kematian ini, secara tidak langsung pikiran Anda teralihkan dan perlahan perasaan jauh lebih baik.

9. Bergabung dengan komunitas tertentu

Selain dukungan dari orang sekitar, Anda bisa bergabung dalam komunitas tertentu, misalnya pusat konseling.

Dengan bergabung di komunitas baru, diharapkan Anda bisa merasa lebih baik, dapat mengekspresikan kesedihan, berbagi cerita, dan bersama-sama saling menguatkan.

10. Ketahui tanda bahaya

Sangat wajar muncul perasaan berduka ketika ditinggal orang yang disayangi. Jika rasa sedih dibiarkan berlarut-larut hingga dapat menyebabkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari, Anda perlu berhati-hati.

Bisa jadi ini tanda mengarah depresi. Perasaan sedih terus-menerus menjadi gejala depresi awal.

Hilangnya ketertarikan dalam berbagai hal, menarik diri dari sosial, serta merasa putus asa dan tidak berguna juga dapat muncul pada orang depresi.

Depresi dapat ditangani dengan baik apabila terdiagnosis sejak dini. Namun, jika terlambat ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup hingga meningkatkan risiko bunuh diri.

11. Berkonsultasi kepada ahli

Tidak ada salahnya meminta bantuan kepada psikolog, konselor kedukaan, maupun psikiater untuk mengatasi rasa duka dan kehilangan.

Tidak harus menunggu tanda bahaya muncul. Sebelum ada tanda-tanda bahaya, Anda tetap dapat berkonsultasi untuk membantu mengatasi dukacita yang dialami.

Para pakar kesehatan jiwa dapat memberikan penanganan sesuai kondisi, terlebih dalam mengendalikan emosi sehingga Anda merasa lebih baik.

12. Bersabar

Cara mengatasi kedukaan yang terakhir adalah bersabar menjalani proses yang ada. Tetap semangat menjalani kehidupan dan coba untuk bangkit kembali.

Apa pun yang Anda lakukan, tentu kembali lagi kepada diri sendiri. Lakukan hal yang membuat nyaman dan hindari memaksakan untuk langsung merasa kembali seperti semula.

Lamanya proses berduka dapat berbeda pada setiap orang. Ada yang butuh waktu mingguan, bulanan, hingga tahunan. Jangan pernah ragu untuk mencari bantuan seperti berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

[ Terimakasih Telah Membaca Artikel Kami ]

Apakah Anda Tertarik Produk Stainless Steel? Kami siap membantu!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.